™[]**Do Not Forget To Give Your Comments About Our Blog**[]™
™[]**To See The Complete Entry Is Click Post Title**[]™
widgeo.net
Persija Vs SFC [ Minggu,29 Mei 2011 Std.Jakabaring Palembang Pkl. 15:30 Live ] ]

Sunday, July 8, 2018

Universitas Nurtanio Bandung

Posted by Ferly'Juliansyah 8:06 PM, under | No comments


Universitas Nurtanio Bandung adalah universitas Penerbangan dibawah Yayasan Adhi Upaya TNI AU.

Universitas Nurtanio adalah 2 sekolah tinggal di tahun 1999 yang bergabung menjadi 1 nama menjadi Univerditas Nurtanio, 2 sekolah yang bergabung adalah :

1. Akademi Administrasi Negara Angkasa / AAN Angkasa 1967
2. Akademi Aeronautika Dirgantara Bandung / AADB 1991

Dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 125/D/O/1999 tanggal 19 Juli 1999 tentang Penggabungan (Merger) 2 (dua) Perguruan Tinggi Swasta yang diselenggarakan oleh Yayasan TNI-AU Adi Upaya di Jakarta dan sekaligus berubah bentuk menjadi Universitas Nurtanio Bandung. Surat keputusan ini, sekaligus memberikan status “terdaftar” kepada seluruh program studi yang diselenggarakan Universitas Nurtanio Bandung, kecuali program studi Ilmu Administrasi Negara di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang tetap dinyatakan terakreditasi dengan peringkat Akreditasi “B” sesuai dengan Sertifikat BAN-PT Nomor : 00552/Ak-1.1/SAAISN/VIII/1998 tanggal 11 Agustus 1998.

Universitas Nurtanio Bandung mempunyai 4 Fakultas, 1 Jurusan Pascasarjana, dan Non Diploma yaitu ;

1. Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
2. Fakultas Teknik
- Motor Pesawat
- Rangka Pesawat
- Avionika
- Listrik Pesawat
- Teknik & Manajemen Pembekalan
- Teknik Penerbangan
- Teknik Elektro
- Teknik Industri
3. Fakultas Ekonomi
4. Fakultas Ilmu Komputer dan Infomartika
5. Jurusan Pascasarjana Magister Ilmu Administrasi
6. UAMTC

Universitas Nurtanio Bandung adalah Universitas Penerbangan Swasta dibawah Yayasan Adhi Upaya yang menadapatkan AMTO sejak tahun 2008 yang dikeluarkan oleh Direktorat Sertifikasi Kelaikan Udara : DSKU yang melalui Fakultas Teknik Universitas Nurtanio Bandung.

Materi yang diberikan : Aerodynamics, Aircraft Structure, Aircraft Material, Aircraft Hardware, Aircraft Tools, Aircraft Repair, Aircraft Electric & Electronic, Aircraft Instruments, Aircraft Systems, Gas Turbine Engine & Propeller, CASR, Maintenance Concept Program Development, Introduction To Human Factors. Materi pelatihan ditempuh dalam 3000 jam.

Universitas Nurtanio mempunyai misi "Menjadi Universitas Dirgantara Kelas Dunia Pada Tahun 2030"

Harga Joki Mobile Legend Bang Bang 2018

Posted by Ferly'Juliansyah 1:26 PM, under | No comments

Terlepas dari masalah pendapatan joki yang bisa mencapai puluhan juta, kita harus tau berapa bayaran joki untuk mengerjakan satu akun.

Ini adalah deretan pendapatan seorang penjoki jika seorang penjoki mengerjakan satu buah akun Mobile Legend

Kami dari @uselesssquad menyediakan Jasa Joki Tier Mobile Legend dan Jasa Joki BOT Classic.

List harga :

😎 Paket :

1. Gm 5 *1 - Epix 5 *1 = 200.000
2. Epic 5 *1 - Legend 5 *1 = 250.000
3. Legend 5 *1 - Mythic x1 = 350.000
4. 10 star mythic = 250.000
5. 20 star mythic = 500.000
6. 30 star mythic = 750.000
7. 40 star mythic = 1.000.000
8. 50 star mythic = 1.250.000
9. 100 star mythic = 2.500.000
10. 200 star mythic = 5.000.000

😍 Perstar :

1. Gm = 8.000 /⭐
2. Epic = 10.000 / ⭐
3. Legend = 15.000 / ⭐
4. Mythic = 25.000 / ⭐

😉 Joki BOT Classic :

1. BOT Classic = 350.000

Keuntungan dari jasa yang kami tawarkan?

1. Unlock Achivement
2. Winrate dan statistik naik
3. Bonus maniac / savage (jika beruntung)
4. Bisa rekomendasi hero kesukaanmu

Langsung ada order di :

Line@ = @nyq6583b (pakai @)
Wa : 082112700112

Sumber : ig @uselesssquad

Joki Mobile Legend jadi lahan penghasilan 2018

Posted by Ferly'Juliansyah 1:04 PM, under | 1 comment

Menjadi seorang joki game termasuk salah satu pekerjaan yang laris di tahun 2018 ini, apalagi bila game yang dimainkan tengah populer seperti Mobile Legends. Tak heran, dari hasil menjadi joki pria ini bahkan sampai mendapat bayaran sampai puluhan juta.

Lepas season kedelapan, game besutan Moonton ini semakin ramai pemain. Mereka pun berlomba-lomba untuk memperbaiki rank yang diturunkan karena season telah berakhir.

Nah, untuk memperbaiki rank tadi ada yang giat bermain, adapula yang memilih untuk menggunakan jalan pintas yang sibuk dengan pekerjaan atau sedang tidak ada waktu untuk push rank. Jalan pintas yang dimaksud tentu saja menggunakan jasa joki Mobile Legend.

Seorang joki bisa mendapatkan pembagian hasil 70% untuk joki dan 30% untuk yang mengasih jokian itu. Tidak heran jika joki Mobile Legend dalam satu bulan full (bukan 1 season) bisa mendapatkan penghasilan minimal Rp. 10.000.000 (pendapatan bersih).


Sumber : ig @uselesssquaf

Friday, February 14, 2014

PENDIDIKAN

Posted by Ferly'Juliansyah 11:02 AM, under | No comments

Pendidikan adalah awal dimana seseorang akan mulai membangun kerangka kehidupannya. Lewat pendidikan seseorang akan dibimbing, diarahkan dan dibekali teori yang cukup bagaimana seharusnya dia menjalani kehidupan.

Dalam kehidupan manusia mengemban tanggung jawab, target dan juga hal-hal penting lainnya yang menyangkut tentang kehidupan yang dijalaninya. Pendidikan adalah pondasi dimana seseorang akan diberi pengarahan guna mampu mewujudkan semua impian yang dimilikinya.

Setiap orang membutuhkan pendidikan, baik untuk mereka yang telah dianugerahi kecerdasan maupun yang tidak memiliki kecerdasan. Pendidikan akan menjadikan manusia tumbuh menjadi lebih baik, berwawasan, bijaksana dan mengenal arti serta tanggung jawabnya dalam mengharungi kehidupan.

Apa definisi pendidikan?

Sebuah proses dimana manusia akan dibimbing untuk membentuk jati dirinya menjadi pribadi yang lebih baik, berilmu dan pintar.

Mengapa setiap orang membutuhkan pendidikan?

Pendidikan sejatinya bukan hanya untuk mengajarkan manusia tentang suatu teori. Pendidikan memberikan sekian banyak dampak positif terhadap perjalanan kehidupan manusia sehingga semua orang membutuhkan pendidikan.

Bagaimana pendidikan bisa mengantarkan seseorang ke level kehidupan yang lebih baik?

Bukankah untuk mengerjakan suatu hal kecil saja kita membutuhkan teori, apalagi untuk mendapatkan sesuatu yang besar. Dengan pendidikan, maka semuanya akan menjadi realistis dan sangat mungkin untuk diwujudkan.

Bukankah pada prakteknya banyak orang sukses tanpa berbekal latar belakang pendidikan tinggi?

Benar, tapi dengan berbekal ilmu maka semuanya akan menjadi lebih mudah karena kita sudah mengerti bagaimana cara mengejar  impian kita. pendidikan akan mengajarkan manusia tentang banyak hal.

Siapapun anda, tidak ada yang tidak membutuhkan pendidikan. Semuanya dimulai dari awal, karena memang demikianlah proses kehidupan, dan pendidikan akan mempermudah jalan hidup anda (atas izin yang maha kuasa).

Meyakini opini yang salah tentang pendidikan adalah sebuah kesalahan fatal dan merupakan suatu bentuk kebodohan yang sangat memalukan.

Wednesday, February 12, 2014

DIET SEHAT dan AMAN BY : FERLY JULIANSYAH

Posted by Ferly'Juliansyah 6:27 AM, under | No comments

Kali ini saya mau berbagi pengalaman saya  berjuang dalam menurunkan berat badan yang mungkin ini bisa menginspirasi bagi teman – teman  yang lagi gemuk dan pengen dapet tubuh ideal

Sedikit cerita niat diet saya ini berawal ketika saya kelas 2 sma, saya udah coba cari cara di internet berbagai cara diet sehat dan aman tapi hasilnya 0 besar dan saya langsung saja mecari cara diet sendiri dan saya juga cari ilmu dari teman – teman saya yang sudah kurus

berikut diet EXTREME yang saya lakukan dibulan ke 1


·         makan = sehari hanya makan satu piring lotis/rujak buah yang biasa dijual keliling abang - abang tukang rujak tapi tanpa sambal(gula jawa).satu piring ini saya bagi menjadi 3. 1/3untuk pagi,1/3siang dan 1/3piring untuk sore.dan tidak boleh minum yang mengandung gula/manis.minum harus air putih.ingat ya anda yang di bagi 3 porsinye bukan piringnye  



·         olah raga = Lari 30 menit / 5KM sampai bermandikan keringat tiap pagi dan sore  usahakan sehabis Lari dipaksa untuk kencing, karna saya percaya dan yakin lemak yang sedang terbakar akan keluar bersama keringat dan air kencing kita.dan sehabis olah raga jangan minum es,karna panas tubuh kita akan menurun yang mana pembakaran kalori dalam tubuh akan terhambat biarkan dulu keringat anda kering dengan sendirinya.ini menurut saya ya  

berikut diet EXTREME yang saya lakukan dibulan ke 2


·         makan = karena saya sebulan cuman makan buah jadi saya kangen dah sama nasi,jadi menu dibulan ke 2 nih saya tambah ada porsi nasinya yaitu:sehari hanya makan nasi 3 sendok dan sayur 3 sendok. 1 sendok sayur dan 1 sendok nasi untuk pagi.1 sendok sayur dan 1 sendok nasi untuk siang. 1 sendok sayur dan 1 sendok nasi untuk sore.sayur tidak boleh yang mengandung minyak(oseng),shop,dll.kalau bisa sayur direbus sendiri.kalau kurang suka bisa ditambah sambal biar ada rasanya ketika dimakan dengan 1 sendok nasi.minum tetap sama yaitu air putih.



·         olah raga = sama seperti dibulan ke 1

berikut diet paling EXTREME yang saya lakukan dibulan ke 3


·         makan = 1 buah buah - buahan terserah,ukuran sekepal tangan seperti jeruk.jangan jeruk BALI  terlalu gede.misal jeruk.satu jeruk itu di belah menjadi 3 untuk porsi pagi,siang,dan sore.



·         olah raga = sama seperti dibulan ke 1.

EFEK SAMPING SELAMA SAYA DIET SEPERTI INI
Sering pusing, Kayak mau jatuh - jatuh  gitu kalau habis bangun tidur.tapi habis itu saya segera minum  biar tidak lemes.

SARAN SAYA AGAR ENTE TAHAN AMA DIET ANE INI
Yaitu anda harus punya alesan yang kuat atau motivasi kenapa anda melakukan diet ini. Misalkan seperti saya, saya ingin diet kaya begini karena cita – cita saya untuk Menjadi Taruna Akademi Kepolisian Indonesia




DAN BERIKUT FOTO SEBELUM ANE DIET 89KG




DAN BERIKUT FOTO SESUDAH SAYA DIET 60KG







Wednesday, January 16, 2013

MP3 AL - QUR'AN JUZ 1 - JUZ 30 LENGKAP

Posted by Ferly'Juliansyah 9:50 PM, under | No comments

Monday, January 14, 2013

TIPS SUPAYA MENANGANI MARAKNYA GAMES ONLINE DI INDONESIA

Posted by Ferly'Juliansyah 1:01 AM, under | No comments

    Indonesia adalah penduduk terbanyak yang bermain games online, dimulai dari anak-anak, remaja, dan orang tua pun juga bermain games online. Tetapi di indonesia dikalangan remaja games online itu bukan dijadikan hiburan tetapi dijadikan hobi atau pun pekerjaan tetap, menurut saya games online itu hanya buah hiburan kalau saja lagi bosen atau lagi tidak ada kerjaan sama sekali.
   
     Banyak remaja di indonesia itu kerja jadi operator warnet, awalnya dia hanya main sekali duakali tetapi menjadi ketagihan dan bisa bolos dari sekolah. pendidikazn pun menjadi hancur gara - gara dia sering bolos sekolah, ilmu pun tidak dapat, dan juga tidak bisa melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi seperti kuliah. Jika remaja sekrang sering bolos sekolah indonesia akan terancam kehilangan generasi mudah yang berbakat dan berprestasi .

    Jika remaja di indonesia masih saja seperti ini, indonesia mau menjadi apa? Menjadi negara yang penuh dengan games online? tidak mau kan negara kita disebuh negara bodoh cuman gara - gara games online. Contohnya seperti anak SD saja dia masih sd sudah menyia-nyiakan waktu sekolah dan waktu belajarnya untuk main warnet.

CONTOH ANAK BOLOS SEKOLAH :







Sedikit tips dari saya agar anak tidak bolos sekolah :
 1. Mengurangi jam main warnet maksimal sehari 1jam saja
 2. Awasi anak jangan sampe menyia-nyiakan waktu sekolah
 3. Membelikan komputer untuk main di rumah supaya tidak main di warnet lagi

  Ini saja yang saya bisa tuliskan dalam artikel ini, jika pendidikan di indonesia ingin seperti dulu lagi KURANGI MAIN GAMES ONLINE / MAIN WARNET

Thursday, December 6, 2012

Karya Tulis " Pengaruh Obesitas Bagi Kesehatan Manusia "

Posted by Ferly'Juliansyah 5:53 AM, under | No comments

BAB I
PENDAHULUAN
1.1                        Latar Belakang  Penelitian
Siklus kehidupan manusia berjalan sesuai dengan rotasi lingkungan beserta isinya. Siklus ini beredar mengikuti arah rutinitas yang memicu pemenuhan kebutuhan baik kebutuhan intern maupun ekstern. Pemenuhan ini selalu berimbas pada tindakan pengolahan alam dan lingkungan secara universal. Pemenuhan universal ini terkadang tidak lagi mengindahkan keberadaan lingkungan itu sendiri.
Hal di atas membutuhkan pemikiran dan ikhtiar untuk menyeimbangkan alam dan isinya. Pemikiran dan ikhtiar ini umumnya muncul di saat krisis atau konflik muncul. Pemikiran yang mucul saat krisis atau konflik menghasilkan peraturan dan dasar hukum yang jelas namun esensi dari peraturan dan dasar hukum itu hanya berpedoman dari satu pemikiran saja. Disisi lain, ikhtiar yang muncul pun hanya berpusat pada satu kerangka berpikir.
Poros ikhtiar dan pemikiran memang selalu berpusat pada manusia sehingga kerangka berfikir yang timbul harus dipertimbangkan kembali. Pertimbangan ini berupa kritik dan saran dari pemikir lain dengan harapan hasil pemikiran sebelumnya dapat seimbang atas peninjauan beberapa sudut pandang. Peninjauan inilah yang menjadi tolak ukur penyempurnaan kebijakan dalam menyelesaikan suatu masalah atau konflik.
Kondisi di atas dapat terlaksana dengan baik jika beberapa pihak dapat berkoordinasi dengan baik dan mempraktikan tanggung jawab dengan sempurna. Masalahnya, koordinasi yang baik tercipta jika visi dan misi yang ada dalam kepala setiap manusia itu sama. Namun, fakta di masyarakat menunjukan bahwa tidak semua kepala memiliki persamaan visi dan misi. Ketidaksamaan ini berasal dari latar belakang kehidupan mereka yang berbeda, baik latar belakang orang tua, pendidikan ekonomi, sosial budaya dan sebagainya. Perbedaan inilah yang menjadi modal dasar untuk saling beradaptasi demi kesamaan visi dan misi.
Berbagai masalah di atas juga berimbas pada kehidupan mereka sehari-hari. Tak heran jika dalam kehidupan sehari-hari beberapa masyarakat terbawa oleh latar belakang masa lalu masing-masing individu. Salah satu kehidupan yang dominan terbawa latar belakang adalah obesitas. Saat ini banyak sekali masyarakat yang memiliki pola hidup dan pola makan sesuai dengan latar belakang kehidupan sebelumnya. Mereka cenderung nyaman dalam pola makan dan pola hidup yang secara frekuentatif membentuk mereka seperti saat ini. Hal ini dapat terlihat dari bertahanya jumlah penderita obesitas di Indonesia.
Penderita obesitas di Indonesia saat ini cenderung meningkat karena pengaruh globalisasi di bidang pangan. Globalisasi pangan telah membuka peluang untuk meningkatkan minat terhadap kualitas tanpa menghiraukan bobot dan dampak yang akan muncul kemudian. Anehnya, masyarakat belum memahami secara menyeluruh dampak obesitas bagi kesehatan. Bahkan, mayoritas ibu-ibu merasa senang melihat anak yang gemuk. Mereka menganggap bahwa gemuk melambangkan kemakmuran. Bedasarkan fakta di atas, penulis termotivasi untuk menganalisis pengaruh obositas bagi kesehatan manusia.
1.2            Hipotesis
Setiap penelitian berawal dari suatu pemikiran dan teori terdahulu. Pemikiran itu umumnya timbul dari dugaan dan premis untuk menjawab permasalahan secara sementara sebelum proses penelitian itu selesai. Hal tersebut dikenal dengan hipotesis. Tak heran jika kami memiliki persepsi dan asumsi berupa premis sementara terhadap penelitian ini. Adapun hipotesis penelitian ini yaitu obesitas sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

1.3            Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis mengidentifikasi      masalah yang   terkait dengan obesitas dan realita masyarakat sebagai           berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan obesitas?
2.      Apa saja kriteria obesitas?
3.      Mengapa obesitas berpengaruh pada kesehatan manusia?
4.      Teori apa saja yang terkait dengan obesitas?
5.      Bagaimana mendeteksi gejala obesitas?
6.      Bagaimana pengaruh obesitas terhadap kesehatan manusia?
7.      Bagaimana bentuk pengobatan obesitas?

1.4            Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi di atas peneliti menentukan perumusan            masalah sebagai berikut: “Bagaimana pengaruh obesitas terhadap           kesehatan manusia?”

1.5            Manfaat Penelitian
Penelitian ini memiliki beberapa manfaat bagi pembaca dan        masyarakat, manfaat itu meliputi:
1.      Menambah wawasan masyarakat mengenai pengaruh obesitas terhadap kesehatan manusia.
2.      Pedoman penelitian integratif learning terhadap suatu masalah di masyarakat.
3.      Bukti otentik pelaksanaan pengaruh obesitas.
4.      Kajian teoritis maraknya fakta obesitas pada masyarakat.
5.      Laporan tertulis penelitian kualitatif yang actual dan factual di Indonesia.

1.6            Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan merupakan runtunan tata tulis dengan format dan konvensi yang diatur dalam tata cara penulisan karya ilmiah. Ada beberapa bagian dalam penulisan karya tulis yang diawali dengan halaman judul, abstrak, halaman pengesahan, halaman persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar pustaka, dan lampiran. Adapun unsur pokok penulisan terurai sebagai berikut :

BAB II
LANDASAN PENELITIAN

Landasan penelitian merupakan kumpulan teori-teori yang dirujuk oleh penulis sebagai pedoman penelitian. Pedoman ini meliputi landasan teori, landasan berpikir, dan dilengkapi dengan daftar istilah. Landasan teori  berisi beberapa teori keilmuan yang terkait dengan judul karya tulis. Teori yang penulis kemukakan umumnya berupa teori para pakar, ilmuwan, dan pengamat yang sangat menunjang penelitian. Adapun landasan berpikir merupakan gaya dan paradigma penulis dalam mengkolaborasikan teori dengan masalah di lapangan. Landasan berpikir ini wadah penulis dalam mengembangkan pokok pikiran, kerangka berpikir dan argumen.
2.1     Landasan Teori
Setiap manusia dilahirkan dalam bentuk yang paling sempurna. Kesempurnaan ini merupakan fasilitas yang diberikan oleh Allah SWT agar manusia dapat berevolusi dengan mandiri. Tiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan dan kekurangan ini merupakan hal yang dapat diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu potensi dan skill yang dapat bermanfaat di masyarakat.
Potensi dan skill masyarakat merupakan aset dalam meningkatkan kemakmuran negara sekaligus meningkatkan derajat bangsa. Hal ini dapat diperoleh dari pelatihan, pembiasaan, dan pendidikan. Ketiga hal tersebut dilakukan secara dini pada generasi bangsa. Perlakuan ini dibutuhkan demi kematangan pola pikir dan pola hidup pemuda sehingga memperoleh pengalaman berharga yang dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain hal tersebut, generasi bangsa merupakan pilar ilmu yang dapat menyebarluaskan keilmuan pada masyarakat dan generasi penerus sehingga tercipta generasi yang madani.
Generasi bangsa ini sangat beragam baik dari segi fisik, psikis, tingkat kecerdasan, pola hidup, dan lain-lain. Keberagaman ini merupakan bahan mentah yang dapat diolah menjadi sumber daya yang unggul dan madani. Namun, fakta menunjukkan bahwa tidak semua kejadian berjalan sempurna. Ada beberapa kasus yang dihadapi oleh masyarakat di luar kemampuan masyarakat itu sendiri. Pada kasus obesitas terjadi benturan-benturan pada saat melakukan adaptasi, benturan ini merupakan proses saling mempengaruhi,




Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.
Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.
Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.

Dari penelitian diatas kami mendapatkan dari beberapa sumber tentang pengaruh obesitas terhadap kesehatan manusia. Berdasarkan sumber yang diambil dari google, yaitu:
1.      Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.
2.      Obesitas merupakan suatu keadaan menahun (kronis). Obesitas sering kali dianggap suatu keadaan sementara yang biasa diatasi selama beberapa bulan dengan menjalani diet yang ketat. Pengendalian berat badan merupakan suatau usaha jangka panjang agar aman dan efektif, setiap program penurunan berat badan harus ditunjukkan untuk pendekatan jangka panjang.
3.      Obesitas adalah suatu kondisi dimana lemak tubuh berada dalam jumlah yang berlebihan.
4.      Suatu penyakit kronik yang dapat diobati.
5.      Suatu penyakit epidemic.
6.      Suatu kondisi yang berhubungan dengan penyakit-penyakit lain dan dapat menurunkan kualitas hidup.
7.      Penanganan obesitas membutuhkan biaya perawatan yang sangat tinggi.
Berdasarkan sumber yang diambil dari kamus besar bahasa Indonesia:
v  Pengaruh: Daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang,benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.
v  Obesitas : Menumpukan lemak yang berlebihan dalam badan atau kegemukan yang berlebih.
v  Kesehatan : Keadaan sehat.
v  Manusia : Makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).

Perhatian tidak hanya ditujukan kepada jumlah lemak yang ditimbun, tetapi juga kepada lokasi penimbunan lemak tubuh. Pola penyebaran lemak tubuh pada pria dan wanita cenderung berbeda. Wanita cenderung menimbun lemaknya di pinggul dan bokong, sehingga memberikan gambaran seperti buah pir. Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut, sehingga memberikan gambaran seperti buah apel. Tetapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak, kadang pada beberapa pria tampak seperti buah pir dan beberapa wanita tampak seperti buah apel, terutama setelah masa menopause.
Seseorang yang lemaknya banyak tertimbun di perut mungkin akan lebih mudah mengalami berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Mereka memiliki risiko yang lebih tinggi. Gambaran buah pir lebih baik dibandingkan dengan gambaran buah apel.
Untuk membedakan kedua gambaran tersebut, telah ditemukan suatu cara untuk menentukan apakah seseorang berbentuk seperti buah apel atau seperti buah pir, yaitu dengan menghitung rasio pinggang dengan pinggul. Pinggang diukur pada titik yang tersempit, sedangkan pinggul diukur pada titik yang terlebar; lalu ukuran pinggang dibagi dengan ukuran pinggul. Seorang wanita dengan ukuran pinggang 87,5 cm dan ukuran pinggul 115 cm, memiliki rasio pinggang-pinggul sebesar 0,76. Wanita dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 0,8 atau pria dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 1, dikatakan berbentuk apel.



2.2. Landasan Berpikir
Setiap anak yang terlahir ke dunia pasti membawa ciri khas tersendiri yang berbeda dengan anak lainnya. Ciri khas inilah yang nanti berkembang menjadi perwatakan dan bakat masing-masing. Perwatakan tumbuh seiring dengan pertumbuhan jiwa dan selaras dengan perkembangan fisik. Kertiga hal tersebut tidak terlepas dari norma dan aturan yang berlaku sehingga dapat berjalan dinamis dan terarah. Perkembangan dan pertumbuhan yang dinamis inilah bentuk dari seleksi alam sekaligus  proses untuk mencapai tahap mandiri dan madani.
Jika manusia terlahir sempurna maka perkembangan dan pertumbuhan sesuai dengan harapan orang tua. Terkadang, dibalik kesempurnaan terselip satu khilaf yang mampu mengubah perbuatan positif menjadi negatif. Sebaliknya, terkadang Allah SWT memberi cobaan dengan ujian berupa ketidaksempurnaan yang mengandung beribu hikmah namun manusia yang diuji tidak menyadari bahkan justru berubah menjadi orang yang kufur. Hanya manusia pilihan yang mampu tetap tawaduk saat diuji dengan beban derita.  Hal tersebut dapat terlihat dari kehidupan mereka sehari-hari dalam menghadapi setiap permasalahan hidup.
Fakta di masyarakat yang kini marak terjadi adalah lahirnya anak yang memiliki kebutuhan khusus. Anak yang memiliki kebutuhan asupan makanan yang terlalu berlebihan.dan ada pula anak yang sangat kekurangan asupan makanan sehingga anak tersebut kekurangan gizi, yang biasa disebut busung lapar. Itu semua terkait dengan kurangnya peran orang tua untuk memeperhatikan asupan makanan anaknya sendiri dan masih banyak lagi. Diantara sekian banyak kasus, yang paling sering kita temui di sekitar kita adalah anak Obesitas atau berlebinya asupan makanan.
Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh. Penyebab terjadinya ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori ini masih belum jelas.


2.3.  Definisi Istilah
v  Pengaruh: Daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang,benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.
v  Obesitas : Menumpukan lemak yang berlebihan dalam badan atau kegemukan yang berlebih.
v  Kesehatan : Keadaan sehat.
v  Manusia : Makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).
v  Busung Lapar : Manusia yang kekurangan Gizi dan mengalami gizi buruk
v  Siklus : putaran waktu yg di dalamnya terdapat rangkaian kejadian yg berulang-ulang secara tetap dan teratur
v  Ikhtiar : Ikhtiar adalah usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, baik material, spiritual, kesehatan, dan masa depannya agar tujuan hidupnya selamat sejahtera dunia dan akhirat terpenuhi
v  Esensi : hakikat, inti hal yg pokok: -- pertikaian antara kedua tokoh itu ialah pertentangan ideologi
v  Konflik : percekcokan; perselisihan; pertentangan
v  Tolak Ukur : sesuatu yang dipakai sebagai alat ukur atau patokan, standar
v  Frekuentatif : menjelaskan kekerapan dan tindakan yang berulang
v  Globalisasi : proses masuknya ke ruang lingkup dunia
v  Motivasi : untuk menggerakkan manusia untuk bertingkah-laku, dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu.
v  Premis : apa yg dianggap benar sbg landasan kesimpulan kemudian; dasar pemikiran, alasan.
v  Hipotesis : sesuatu yg dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat
v  Kualitatif : berdasarkan mutu
v  Fakta : hal (keadaan, peristiwa) yg merupakan kenyataan; sesuatu yg benar-benar ada atau terjadi
v  Mitos : cerita suatu bangsa tt dewa dan pahlawan zaman dahulu, mengandung penafsiran tt asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa tsb mengandung arti mendalam yg diungkapkan dng cara gaib;
v  Edukatif : bersifat mendidik, berkenaan dengan pendidikan
v  Preventif : bersifat mencegah (supaya jangan terjadi apa-apa)


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Bab tiga berisi kumpulan teknik dan strategi penulis dalam melakukan langkah-langkah penelitian.Selain itu,ada uraian mengenai tujuan, fokus penelitian, sampai ruang lingkup penelitian.Tiap subbab  di atas merupakan uraian proses berdasarkan pengamatan, pengklasifikasian, dan pengidentifikasian obyek penelitian.

3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian ini berisi langkah dan cara penulis melakukan penelitian. Karya tulis ini membutuhkan segala bentuk teori dan informasi berdasarkan media cetak dan media elektronik. Namun,penelitian ini tidak menuntut uji statistik dengan observasi dan pengujian rumus. Oleh karena itu,penulis menentukan karya tulis ini menggunakan metode kualitatif.Adapun metode kualitatif memiliki beberapa jenis metode terapan.Berdasarkan  sekian jenis metode terapan tersebut,penulis mengidentifikasi  metode  yang sesuai dengan penelitian penulis. Metode itu antara lain  :
3.1.1 Metode Kajian Pustaka
Metode ini adalah metode yang digunakan penulis untuk mengidentifikasi data, teori, informasi , dan sumber rujukan melalui media cetak dan media elektronik. Media cetak yang dimaksud disini adalah buku yang terkait dengan judul antara lain buku panduan, kamus, koran. tabloid(majalah), dll. Selain itu, penulis juga mengunduh sumber informasi dari media elektronik yaitu internet dan televisi.


3.1.2 Metode Observasi
Metode Observasi penulis lakukan melalui pengamatan langsung terhadap obyek penelitian dengan rentang waktu empat bulan. Pengamatan ini perlu dilakukan untuk mengklasifikasi data penelitian yang sesuai dengan judul karya tulis. Observasi penulis lakukan dengan terjun langsung melihat dan berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus di sekitar lingkungan tempat tinggal penulis. Melalui observasi ini, penulis dapat berempati dan menelaah kehidupan mereka sehari-hari dengan bimbingan orang tua maupun bimbingan sekolah.

3.1.3 Metode Wawancara
Metode wawancara yaitu metode yang penulis lakukan untuk mengumpulkan informasi dari narasumber dengan daftar pertanyaan yang disusun sesuai judul karya tulis. Dalam penelitian ini,penulis menentukan beberapa narasumber sesuai dengan kondisi fisik dan keluarga anak berkebutuhan khusus tersebut. Narasumber itu antara lain orang tua yang memiliki anak autis dan tetangga yang memiliki saudara  autis. Adapun susunan pertanyaan wawancara adalah sebagai berikut :
1.  Apakah Anda mengetahui hakikat Obesitas?
2.  Bagaimana cirri-ciri anak yang Mengalami Obesitas?
3.  Bagaimana latar belakang  yang terjadi sehingga Bapak/Ibu/ Saudara memiliki
anak/saudara yang mengalami Obesitas?
4.  Apa yang menyebabkan terjadinya Obesitas?
5.  Masalah apa saja yang sering muncul pada anak yang Obesitas?
6.  Bagaimana Anda dan keluarga mengatasi masalah yang dihadapi oleh anak/saudara Anda?
7.  Adakah penanganan dan perawatan khusus untuk mereka?
8.  Jelaskan beberapa solusi yang tepat untuk mengantisipasi  kondisi yang dialami oleh anak/saudara Anda?


3.2 Tujuan Penelitian
Karya tulis  ini memiliki beberapa tujuan,antara lain:
1.  Menambah wawasan masyarakat mengenai konsep hakiki Obesitas
2.  Menginformasikan jenis dan gejala terjadinya Obesitas.
3.  Mendeskripsikan pelayanan, perawatan, dan pendidikan anak Obesitas
4.  Menganalisis latar belakang munculnya anak Obesitas.
5.  Mengeksposisikan tindakan preventif bagi keluarga yang meniliki anak         Obesitas

3.3 Fokus Penelitian
Fokus Penelitian dalam karya tulis ini dikhususkan pada perbedaan autis dengan indigo berdasarkan tinjauan ilmu psikologi. Fokus yang dimaksud berupa perbedaan secara fisik maupun mental anak-anak yang menderita Obesitas. Walaupun secara kejiwaan mereka sama-sama membutuhkan perawatan khusus, namun pada dasarnya esensi keduanya berbeda. Hal ini membutuhkan perawatan dan pengelolaan yang tepat sehingga potensi dan skill anak dapat berkembang secara dinamis dan sesuai dengan kondisi sesungguhnya.
3.4 Obyek Penelitian
Adapun obyek penelitian penulis adalah beberapa anak yang menderita Obesitas yang berada di lingkungan penulis. Mereka beraktivitas seperti biasa dan dapat bersosialisasi dengan orang lain walaupun sosialisasi itu berada dalam tahap-tahap tertentu yang dapat ditolerir dan ada beberapa tahap ketika mereka tidak dapat beraktivitas dengan bebas. Kondisi ini membutuhkan kesabaran dan ketekunan sehingga kita dapat mengarahkan mereka dengan benar dan sesuai aturan main. Jika penanganan dilakukan dengan baik maka mereka dapat berkembang secara optimal dan dapat beradaptasi dengan baik.
3.5 Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian mengenai autis dan indigo ini  merupakan karya tulis yang cukup rumit dan panjang. Penelitian ini membutuhkan rentang waktu yang cukup lama mengingat proses analisis tidak dapat dilihat dari jangka waktu yang singkat.. Dengan demikian,  Penulis harus menelaah setiap tingkah laku anak berkebutuhan khusus ini selama beberapa waktu untuk mendapatkan penelaahan dan penelitian yang objektif dan runtun. Di lain sisi, waktu penelitian yang diberikan pada penulis sangat terbatas.Oleh karena itu,penulis menentukan ruang lingkup penelitian pada perbedaan autis dengan indigo ditinjau dari salah satu ilmu yaitu ilmu psikologi.

BAB IV

4.1 Deskripsi Data
4.1.1. Sejarah Obesitas
Satu dari 10 orang dewasa di seluruh dunia atau sekitar setengah miliar orang dewasa menderita obesitas. Angka ini terus berlipat sejak tahun 1980-an. Selain gaya hidup tidak sehat, obesitas juga terjSeperti dilansir dari Daily Mail, sebuah tim peneliti mengklaim telah menemukan gen penyebab obesitas. Gen tersebut mengontrol gen lain yang ada pada sel-sel lemak tubuh.

Gen yang disebut KLF14 itu sangat terkait dengan dua tipe diabetes dan kadar kolesterol dalam tubuh. Hanya, tim belum mengetahui apa peran yang dimainkan oleh gen ini secara detail.

            Meski demikian, tim yakin temuan itu akan membantu pengobatan berbagai penyakit yang berhubungan dengan obesitas seperti penyakit jantung dan diabetes.

            Tim peneliti mendapat hasil itu berdasar hasil analisis terhadap 20 ribu gen dalam sampel lemak yang diambil dari bawah kulit 800 wanita.

            Dari penelitian tersebut juga didapat bahwa gen KLF14 mengontrol gen yang berada jaringan lemak tersebut. Temuan ini telah dibuktikan juga pada penelitian lain yang melibatkan 600 sampel lemak orang Islandia.

            "KLF14 tampaknya untuk bertindak mengendalikan proses yang berhubungan dengan perubahan perilaku lemak terhadap gangguan di otot dan hati yang berkontribusi memicu diabetes dan kondisi lainnya," ujar Mark
McCarthy, salah satu peneliti dari Universitas Oxford.

            Penelitian yang diterbitkan pada Journal Nature Genetics ini mengungkapkan bahwa lemak berperan penting dalam kekebalan tubuh terhadap penyakit metabolik seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes, pengaturan kadar kolesterol, kadar insulin dan glukosa. Ini memungkinkan penemuan obat untuk mengatur gen agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut.

            "Ini adalah studi besar pertama yang menunjukkan seberapa kecil perubahan dalam satu gen regulator dapat berpengaruh terhadap efek metabolik lainnya pada gen lain," ucap Tim Spector, pemimpin penelitian dari King's College London.adi akibat faktor genetik.
 

4.1.2. Kriteria Obesitas
Banyak cara untuk menentukan apakah seseorang obes atau tidak, tetapi cara yang paling mudah secara medis adalah dengan mengukur indeks massa tubuh (IMT). Selain dengan menentukan indeks massa tubuh (IMT), obesitas dapat juga diukur dengan menentukan distribusi jaringan lemak yaitu obes sentral atau perifer.
Indeks massa tubuh

            Indeks massa tubuh menggambarkan kelebihan jaringan lemak diseluruh tubuh yang dapat dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram (kg) dengan tinggi badan dalam meter pangkat dua (m2). Dengan sendirinya indeks massa tubuh (IMT) yang abnormal berbeda antara bangsa / ras, misalnya indeks massa tubuh (IMT)  yang normal untuk Eropa belum tentu sama dengan orang Asia yang umumnya lebih kecil. Oleh karena itu, pada tahun 2000 World Health Organization (WHO) membuat kriteria indeks massa tubuh (IMT) yang berbeda dan lebih sesuai untuk orang Asia dari kriteria semula sesuai untuk orang Eropa dan Amerika Serikat.




Obesitas sentral

   Diatas telah disebutkan bahwa untuk menentukan secara mudah seseorang obes hanya dengan mengukur indeks massa tubuh (IMT). Hasil penelitian membuktikan memang ada korelasi antara indeks massa tubuh (IMT) dan kejadian morbiditas serta mortalitas akibat obesitas yaitu semakin besar indeks massa tubuh (IMT) semakin besar pula risiko menderita suatu penyakit, sedangkan distribusi lemak tubuh lebih berkaitan erat dengan kejadian penyakit terutama kardiovaskuler. Lemak dalam tubuh kita didistribusikan (ditimbun)  terutama pada dua tempat yang berbeda yaitu di bagian perut (abdomen) dan di bagian bokong (gluteus). Pada pria, lemak tubuh banyak didistribusikan di bagian atas tubuh yaitu bagian perut. Oleh karena itu disebut sebagai obes viseral atau sentral yang dikenal juga dengan nama obes tipe android. Sedangkan pada wanita cenderung di bagian bawah tubuh yaitu di daerah gluteofemoral, oleh karena itu disebut obes perifer atau obes tipe ginoid. Secara anatomis, obes sentral merupakan penimbunan lemak yang terdapat di abdomen baik subkutan maupun intraabdominal (visceral abdomen). Jaringan intra abdominal terdiri atas lemak intraperitoneal (omentum dan mesenterik) dan retroperitoneal. Suatu kenyataan bahwa obes sentral lebih besar hubungannya dengan morbiditas dan mortalitas akibat obesitas, misalnya diabetes melitus, hipertensi, sindroma metabolik dan penyakit jantung koroner, maka dalam menentukan seseorang apakah obes atau tidak, mengukur indeks massa tubuh (IMT) saja tidaklah cukup, lebih baik apabila selain indeks massa tubuh (IMT), juga diukur adanya obes sentral.
  
Pemeriksaan baku emas obesitas sentral adalah dengan cara pencitraan yaitu CT-scan, MRI, maupun densitometri (DXA). Sayangnya pemeriksaan tersebut selain tidak praktis juga membutuhkan biaya mahal. Oleh karena itu dicari cara lain yaitu dengan cara anthropometris sederhana. Dikenal dua cara anthropometris yaitu menghitung indeks ratio lingkar pinggang terhadap panggul (RPP) dan pemeriksaan dengan mengukur  lingkar pinggang. Lingkar pinggang lebih praktis, dan terbukti lebih dapat mendeteksi adanya penimbunan lemak abdominal dibandingkan RPP . Oleh karena itu, baik WHO maupun National Cholesterol Education Program (NCEP) Adult Treatment Panel III (ATP III) merekomendasikan untuk menggunakan pemeriksaan lingkar pinggang . Kesepakatan oleh WHO bahwa lingkar pinggang yang abnormal untuk orang Asia adalah > 90 cm untuk pria, dan > 80 cm untuk wanita




Cara mengukur lingkar pinggang

      Pemeriksaan lingkar pinggang dilakukan dengan posisi penderita berdiri tegak dan jarak kedua kaki 25-30 cm tanpa alas kaki. Posisi pengukur berada di sisi samping subjek. Lingkaran pinggang diukur melingkar secara horizontal dari titik tengah antara puncak krista iliaka dan tepi bawah kosta terakhir pada linea
aksilaris medialis.

Cara mengukur rasio lingkar pinggang-lingkar panggul (RPP)
   Rasio lingkar pinggang terhadap lingkar panggul (rasio pinggang terhadap panggul, RPP) juga merupakan suatu cara untuk menentukan obesitas sentral, dengan membagi lingkar pinggang dengan lingkar panggul.
Disebut obes sentral bila, RPP > 1,0 pada pria Kaukasia, dan > 0,85 pada wanita Kaukasia. Lingkar panggul maksimal diukur dengan pita ukuran (sentimeter) pada bidang horisontal setinggi trochanter subjek yang berdiri tegak  dan jarak kedua kaki 20-30 cm.
      Pemeriksaan lingkar panggul lebih berkorelasi dengan jaringan lemak subkutan daripada jaringan lemak intraabdomen, lingkar panggul dipengaruhi oleh massa otot gluteal dan ukuran pelvis yang bervariasi antara subjek dan lemak. Sedangkan lingkar pinggang lebih menggambarkan lemak tubuh karena tidak dipengaruhi oleh banyak struktur tulang (hanya vertebrae). Depres dkk mengevaluasi lingkar pinggang dan lingkar panggul,dan mendapatkan bahwa dalam kurun waktu 20 tahun baik indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang dan lingkar panggul bertambah besar, walaupun demikian RPP tetap tidak berubah sedangkan lingkar pinggang jelas sudah berbeda 20 cm
.
 Sumber :http://dokternetworkangk97.blogspot.com/2011/02/obesitaspengertian-dan-kriteria.html

4.1.3. Kajian Teoritis Obesitas
4.1.4. Latar Belakang Obesitas
4.1.5. Jenis dan Bentuk Obesitas
Kegemukan atau obesitas identik dengan orang berbadan besar dan kurang menarik. Ini yang sering muncul dibenak orang tentang kegemukan. Orang bila diminta memilih mempunyai badan yang gemuk, kurus, dan ideal maka hampir semua memilih ideal tanpa tahu ideal berat orang berapa...
Berat ideal orang ditentukan oleh umur dan tinggi badan seseorang. Umumnya mengatakan berat ideal adalah TINGGI ORANG - 100 + 10% tapi lengkapnya seperti ini :

Rumus Broca seperti yang dikutip dari tulisan Steven B. Halls (2005) adalah :
Wanita : Berat Badan Ideal (kg) = Tinggi Badan (cm) – 100 ± 15% Pria: Berat Badan Ideal (kg) = Tinggi Badan (cm) – 100 ± 10%
Sedangkan Rumus Broca yang dikutip dari publikasi di Website Depkes RI adalah:
Bobot badan ideal (kg) = 90% x {tinggi badan (cm) - 100} x 1 kg
Khusus untuk pria dengan tinggi badan kurang dari 160 cm dan wanita kurang dari 150 cm, digunakan rumus : Bobot badan ideal (kg) = {tinggi badan (cm) - 100} x 1 kg
Interpretasi : seseorang dikatakan underweight bila bobot badannya kurang dari 90% bobot badan ideal.
Lain lagi yang dipublikasikan di Pikiran Rakyat (2004) :
(Tinggi Badan - 100) - 10% (Tinggi Badan - 100) , untuk usia <= 30 th Tinggi Badan - 100, untuk usia > 30 th
 Tetapi banyak orang menggunakan rumus yang sangat disederhanakan, yaitu :
Berat Badan Ideal = (Tinggi Badan - 100) - 10% (Tinggi Badan - 100)
Namun ini semua adalah rumur ideal seseorang yang ingin mereka capai ,tapi apakah mereka tahu penyebab dia gemuk ? Untuk itu kita harus tahu jenis kegemukan

Berikut ini jenis-jenis kegemukan berdasarkan tipe-tipe tertentu:

1. KEGEMUKAN MENURUT DISTRIBUSI LEMAK
Berdasarkan distribusi lemak dalam tubuh, kegemukan dibedakan menjadi dua tipe, yaitu tipe android dan ginoid.


* Tipe android
Kegemukan tipe android ditandai dengan penumpukan lemak yang berlebihan di bagian tubuh sebelah atas, yaitu di sekitar dada, pundak, leher, dan muka hingga menyerupai buah apel. Kegemukan tipe ini lebih banyak terjadi pada pria dan wanita yang sudah mengalami menopouse. Lemak jenuh yang mengandung sel-sel besar banyak menumpuk pada tipe android. Keadaan ini sejalan dengan penelitian Vague, peneliti dari Perancis, yang mengemukakan bahwa tipe android ini potensial berisiko lebih tinggi terhadap serangan penyakit yang berhubungan dengan metabolisme lemak dan glukosa seperti penyakit gula, jantung koroner, stroke, pendarahan otak, dan tekanan darah tinggi. Selain itu, kemungkinan untuk terserang kanker payudara enam kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang mempunyai berat tubuh normal. Namun, penderita kegemukan tipe ini masih memiliki segi yang menguntungkan, yaitu lebih mudah menurunkan berat tubuh dibanding tipe ginoid. Proses penurunan tersebut dapat terlihat nyata bila diikuti dengan diet dan olahraga yang tepat. Melihat hal tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa seorang pria kurus dengan perut gendut lebih berisiko dibandingkan dengan pria yang lebih gemuk dengan perut lebih kecil.


* Tipe ginoid
Gemuk tipe ginoid ditandai dengan penimbunan lemak di bagian tubuh sebelah bawah, yaitu sekitar perut, pinggul, paha, dan pantat. Kegemukan tipe ini banyak terjadi pada wanita. Lemak penyebab kegemukan ini terdiri atas lemak tidak jenuh serta sel lemak kecil dan lembek. Lemak dinyatakan tidak jenuh bila rantai karbon penyusun lemak tersebut mempunyai ikatan rangkap. Dari segi kesehatan tipe ini lebih aman bila dibandingkan dengan tipe android karena risiko kemungkinan terkena penyakit degeneratif lebih kecil. Akan tetapi, lebih sukar menurunkan kelebihan berat tubuh pada tipe ini karena lemak-lemak tersebut lebih sukar mengalami proses metabolisme.

2. KEGEMUKAN MENURUT KONDISI SEL
Selain faktor distribusi lemak dalam tubuh, tipe kegemukan dapat dibedakan berdasarkan kondisi sel pada setiap orang. Berdasarkan kondisi sel, kegemukan dapat dibagi menjadi tiga tipe sebagai berikut.

* Tipe hiperlastik
Tipe hiperlastik merupakan kegemukan yang disebabkan oleh jumlah sel lemak lebih banyak dibandingkan dengan kondisi normal. Akan tetapi, ukuran sel lemak tersebut masih sesuai dengan ukuran sel yang normal. Kegemukan tipe hiperlastik biasanya terjadi sejak masa anak-anak dan sulit untuk diturunkan ke berat badan normal. Bila terjadi penurunan berat tubuh sifatnya hanya sementara dan kondisi tubuh akan mudah kembali ke keadaan semula.




* Tipe hipertropik
Kegemukan yang termasuk dalam tipe ini mempunyai jumlah sel yang normal, tetapi ukuran sel lebih besar dari ukuran normal. Kegemukan ini biasanya terjadi pada orang dewasa dan relatif lebih mudah menurunkan berat tubuh dibanding tipe hiperlastik. Namun, kegemukan tipe ini mempunyai risiko lebih mudah terserang penyakit gula dan tekanan darah tinggi.

* Tipe hiperlastik-hipertropik
Pada kegemukan tipe ini jumlah maupun ukuran sel yang terdapat pada tubuh seseorang melebihi ukuran normal. Proses kegemukan dimulai sejak masa anak-anak dan berlangsung terus hingga dewasa. Mereka yang mengalami kegemukan tipe ini paling sukar menurunkan berat tubuh. Dengan demikian, seseorang dengan tipe kegemukan seperti ini paling mudah terserang berbagai penyakit degeneratif.

3. KEGEMUKAN MENURUT UMUR
Kondisi gemuk tidak memandang umur seseorang, mulai dari bayi hingga tua dapat mengalami kegemukan. Berdasarkan hal tersebut, penggolongan kegemukan dapat dilakukan berdasarkan umur seseorang.

* Kegemukan saat bayi
Kegemukan pada masa bayi disebabkan kurangnya pengetahuan orang tua, terutama tentang kebutuhan konsumsi makanan. Pihak orang tua harus paham benar akan waktu dan menu yang tepat untuk memberi makan terhadap bayinya. Seorang bayi yang menangis belum tentu merasa lapar, mungkin merasa sakit pada bagian tubuh tertentu atau pakaiannya basah. Oleh karena itu, kurang tepat bila setiap bayi menangis selalu diberi makan.
Kegemukan pada masa bayi perlu dihindari karena jumlah bayi yang menderita kegemukan pada umur enam bulan pertama ternyata lebih dari sepertiganya menjadi gemuk pada saat dewasa. Saat bayi berumur sampai dua tahun merupakan saat paling mudah menimbun lemak. Namun, tidak berarti setelah umur tersebut menjadi bebas dari kegemukan. Bayi gemuk belum tentu sehat, bahkan dapat berakibat negatif dan membawa berbagai kesulitan seperti tingginya risiko kejang.


* Kegemukan saat anak-anak
Kegemukan pada masa anak-anak disebabkan oleh pola makan yang salah disertai aktivitas fisik yang rendah. Aktivitas fisik sangat diperlukan dalam proses pembakaran kelebihan lemak dalam tubuh. Namun, dengan adanya acara televisi yang memukau, kemudahan-kemudahan transportasi, dan perkembangan teknologi membuat anak-anak enggan melakukan kegiatan yang banyak mengeluarkan energi. Selain itu, siaran televisi dan media massa umumnya memberikan informasi dalam bentuk iklan yang di antaranya menawarkan produk-produk makanan yang berkadar kalori dan lemak tinggi. Iklan-iklan tersebut sangat menarik sehingga banyak memengaruhi perilaku maupun pola makan anak-anak.

* Kegemukan saat dewasa
Kegemukan sering terjadi pada masa dewasa karena lemak tubuh mulai menumpuk. Umur 30 tahun merupakan umur saat seseorang mulai mantap dengan kariernya, ditandai dengan tanggung jawab makin besar, ambisi tinggi, dan pekerjaan menumpuk. Pada kondisi seperti itu, seseorang menjadi sering terlibat dalam pertemuan seperti makan siang, makan malam bersama, pesta, dan rapat-rapat yang tidak luput dari soal makanan lezat. Kesibukan-kesibukan tersebut menjadi penyebab kekurangan waktu untuk olahraga. Oleh karena itu, bila kurang hati-hati dalam menjaga tubuh, perlahan-lahan kegemukan mulai mengintai. Bila dibiarkan, pada umur 45-60 tahun sering menjadi kritis akibat tubuh digerogoti penyakit seperti jantung koroner, diabetes, dan penyakit lainnya, terutama pada orang-orang yang kegemukan.



4. KEGEMUKAN MENURUT TINGKATAN
Tingkat kegemukan yang diderita seseorang sangat bervariasi, tergantung kelebihan berat dibanding berat normal. Berdasarkan hal tersebut pengelompokan kondisi seseorang yang mengalami kegemukan adalah sebagai berikut.
* Simple obesity (kegemukan ringan), merupakan kegemukan akibat kelebihan berat tubuh sebanyak 20% dari berat ideal dan tanpa disertai penyakit diabetes melitus, hipertensi, dan hiperlipidemia.
* Mild obesity, merupakan kegemukan akibat kelebihan berat tubuh antara 20-30% dari berat ideal yang belum disertai penyakit tertentu, tetapi sudah perlu diwaspadai.
* Moderat obesity, merupakan kegemukan akibat kelebihan berat tubuh antara 30-60% dihitung dari berat ideal. Pada tingkat ini penderita termasuk berisiko tinggi untuk menderita penyakit yang berhubungan dengan obesitas.
* Morbid obesity, merupakan kegemukan akibat kelebihan berat tubuh dari berat ideal lebih dari 60% dengan risiko sangat tinggi terhadap penyakit pernapasan, gagal jantung, dan kematian mendadak.
Namunpada intinya Kegemukan dibagi jadi
1.Kegemukan dari gen (keturunan)
    Ini terlihat dari orang tuanya gemuk genetik menurun ke anak dan dapat dilihat dari sejak lahir.
2. Kegemukan dari kejadian
    Ini terjadi karena seseorang mengalami sesuatu yang menyebabkan dia gemuk misal Hamil, Cacat tidak
    permanen contoh patah tulang, dll
.
3. Kegemukan dari perubahan gaya hidup
    Ini terjadi pada mereka yang awalnya hidup pas-pasan menjadi kaya
4. Kegemukan dari tingkat stres
    Ini terjadi pada orang yang stres dan mengalami tekanan hingga mereka lupa jam makan, alias makan ketika lapar.
5. Kegemukan dari obat
   Ini terjadi pada orang yang sedang dalam pengobatan penyakit tertentu dalam jangka lama  contoh obat untuk alergi.
6. Kegemukan dari Kemalasan
    Ini terjadi karena oarang tersebut malas bekerja dan berpikir. Ini disebabkan juga kehidupan keluarga yang telah mapam dan kecukupan hingga oarang tersebut tidak harus bekerja dan berpikir.
7. Kegemukan karena Penyakit
    Ini terjadi karena orang tersebut terkena sejenis penyakit yang menyebabkan dia gemuk dan besar contoh tumor dan kangker.
Sumber : http://arifharynurdi.blogspot.com/2010/10/jenis-kegemukan-obesitas.html
4.1.6. Fakta dan Mitos tentang Obesitas
Fakta
Intisari-Online.com - Obesitas ataupun kelebihan berat badan tampaknya sudah akrab dalam lingkungan kita. Banyak faktor yang menyebabkan obesitas tersebut. Asal tahu saja, berdasarkan data World Health Organization (WHO), kasus obesitas di seluruh dunia bertambah lebih dari dua kali lipat sejak 1980. Pada tahun 2008, lebih dari 200 juta orang laki-laki dan hampir 300 juta perempuan mengalami obesitas. Juga, hampir 43 juta anak di bawah usia lima tahun kelebihan berat badan pada tahun 2010.

            Kegemukan dan obesitas ini dapat didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Seseorang bisa dikatakan kelebihan berat badan bila indeks massa tubuh (BMI) lebih besar atau sama dengan 25. Sementara itu, untuk patokan obesitas adalah bila BMI lebih besar atau sama dengan 30. Untuk mengukur BMI, Anda cukup membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi dalam meter (kg/m2).

            Kegemukan dan obesitas merupakan risiko kematian urutan kelima, secara umum. Seperti dilansir dari who.int, sedikitnya 2,8 juta orang dewasa meninggal setiap tahun karena kelebihan berat badan atau obesitas. Sebagai perbandingan, 44% kematian disebabkan diabetes, 23% karena penyakit jantung iskemik, dan antara 7% dan 41% karena kanker tertentu yang disebabkan kelebihan berat badan dan obesitas.

            Kasus kelebihan badan ataupun obesitas ini pernah dianggap sebagai masalah di negara maju. Namun, sekarang sudah merambah di negara berkembang. Setidaknya, 35 juta anak-anak dengan kelebihan berat badan tinggal di negara berkembang dan 8 juta lainnya di negara maju. Penyebab mendasar dari obesitas dan kelebihan berat badan, salah satunya adalah ketidakseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dan kalori yang dikeluarkan. Misalnya, bagi Anda yang doyan makan, tapi urung untuk berolahraga.

Ada beberapa gangguan atau penyakit yang disebabkan oleh kelebihan badan atau obesitas, di antaranya:
  1. Penyakit kardiovaskuler (terutama penyakit jantung dan stroke)
  2. Diabetes
  3. Gangguan muskuloskeletal (terutama osteoartritis - penyakit degeneratif yang sangat melumpuhkan sendi)
  4. Beberapa penyakit kanker (endometrium, payudara, dan usus besar).
            Selain risiko di masa mendatang meningkat, anak-anak dengan obesitas juga dapat mengalami kesulitan bernapas, peningkatan risiko patah tulang, hipertensi, tanda awal penyakit kardiovaskular, resistensi insulin, dan efek psikologis.

            Kegemukan dan obesitas sebenarnya dapat dicegah. Misalnya dengan dukungan dari lingkungan dan masyarakat. Hal ini sangat penting bagi seseorang untuk menentukan pilihan, termasuk membuat pilihan makanan sehat yang dikonsumsinya, serta aktivitas fisik secara teratur.
Mitos
Kalau masalah penurunan berat badan, kita akan banyak mendengar mitos yang kita
bahkan tidak tahu kebenarannya. Berikut ini beberapa mitos yang sering kita dengar sehari-hari, dan bagaimana Anda dapat menyikapinya.
MITOS#1: Minum air putih / air dingin terlalu banyak membuat gemuk.
Yang satu ini benar-benar hanya mitos.Anda sudah tahu kita akan naik berat badan kalau total kalori yang kita konsumsi lebih besar dari total kalori yang dibakar badan kita. Nah, yang Anda perlu tahu, air putih itu tidak ada kalorinya alias 0 (NOL). Jadi intinya air putih tidak akan membuat Anda gemuk. Anda bahkan membutuhkan antara 8-12 gelas air puith per hari untuk kesehatan dan fungsi tubuh yang optimal.
MITOS # 2: Saya Keturunan Gemuk
Kata-kata ini ada benarnya tapi juga bisa dibilang kurang tepat. Benar karena Anda
mewarisi gen dari kedua orang tua Anda. Gen ini menentukan apakah Anda tipe orang yang mudah gemuk atau tidak. Kurang tepat karena ini bukan penyebab utama Anda gemuk. Anda gemuk pada dasarnya sebagian besar disebabkan karena kebiasaan yang diturunkan. Misalnya ayah dan ibu Anda suka makan makanan yang bersantan, dan masakannya selalu bersantan dan berlemak atau berkalori tinggi. Otomatis apa yang tersedia di meja makan untuk satu keluarga tentunya akan Anda makan juga sebagai anggota keluarga. Otomatis, Anda sering lihat satu keluarga yang ayah, ibu dan anak-anaknya gemuk semua. Sebetulnya itu tidak perlu terjadi kalau Anda bisa mengatur pola makan Anda dengan benar dan memiliki aktifitas yang cukup. (Jadi jangan berdalih kalau Anda gemuk karena keturunan ya….) karena pada intinya Anda yang memilih apa yang Anda makan.
MITOS # 3: Makan malam bikin gemuk?
Makan malam tidak akan membuat Anda gemuk kalau Anda tepat waktu makannya. Normalnya Anda bisa makan malam antara jam 18.00 – 19.00. Yang membuat Anda lebih mudah gemuk adalah kalau ada tukang nasi goreng tek-tek lewat jam 11 malam, kemudian Anda beli, dan setelah makan Anda ngantuk dan langsung tidur. Otomatis Badan Anda akan mengubah kelebihan kalori tersebut menjadi persediaan lemak.

MITOS # 4: Saya akan turun berat badan kalau mengurangi makan / tidak makan.
Ini adalah sesuatu yang kurang tepat. Benar, untuk menurunkan berat badan, Anda harus mengurangi jumlah kalori yang masuk,atau dengan kata lain, kalori yang masuk harus lebih kecil dibanding kalori yang dibakar. Masalahnya adalah kalau Anda mengurangi makan atau kalori yang masuk, otomatis Anda juga mengurangi kebutuhan gizi yang dibutuhkan badan Anda. Yang terjadi justru sebaliknya, badan Anda akan memperlambat metabolismenya, Anda akan semakin sulit turun berat badan, dan kalaupun Anda turun berat badan, berat Anda akan naik lagi seperti semula atau bahkan lebih berat.
Jadi yang Anda perlukan adalah nutrisi yang memberikan tubuh Anda nutrisi yang lengkap dan seimbang, yang memenuhi semua kebutuhan Anda sehari-hari tapi dengan kalori yang rendah. Hal ini adalah sesuatu yang mustahil di kehidupan saat ini yang serba cepat. Itulah sebabnya saya menyarankan program ShapeWorks untuk membantu Anda memenuhi kebutuhan nutrisi Anda dan tetap menjaga kesehatan, dan pada saat yang sama membantu Anda untuk menurunkan berat badan

4.3.1.  Tindakan Preventif dan Penanganan Penderita
4.3.2.  Solusi Obesitas
4.3.3.  Manajemen Medis Pemerintah terhadap Penderita Obesitas




BAB V
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

Tags

Blog Archive